Ketika Saya menyeduh sesendok daun teh dengan air panas, daun-daun teh akan naik. Kemudian, tunggu sepuluh menit, mereka akan mengendap di dasar gelas. Mengamati pikiran yang sedang keruh, ibarat daun teh yang baru diseduh. Kita hanya perlu menunggu sebentar, mengamati apa yang terjadi, hingga semuanya kembali ke bawah. Untuk bisa beristirahat dengan pikiran yang tenang, hanya semudah itu. Mengamati, dan menunggu. Dengan demikian kita tidak kehilangan kesadaran.
Drink Your Tea
Rabu, 29 April 2020
Kamis, 23 Mei 2019
Drink Your Tea
Sebagai orang Indonesia, selama lebih dari 30 tahun Saya mengenal teh hanya sebagai minuman yang berasal dari daun Camelia sinensis, yang pohonnya banyak kita jumpai di daerah Puncak Bogor. Sebenarnya Teh tidak selalu berasal dari daun tanaman Camelia tetapi ada beraneka macam jenis teh lainnya dari berbagai penjuru dunia. Teh yang berasal dari tanaman herbal lainnya, seperti bunga dan buah disebut Tisane. Selain jenisnya, budaya dan cara manusia menyebut Teh atau "Cha" juga sangat menarik untuk diketahui. Begitu juga peristiwa sejarah dan beberapa "tea quote" menjadi terkenal yang tentunya kalimat-kalimat ajaib tersebut muncul sebagai hasil perenungan sepanjang kegiatan menikmati hasil seduhan teh. Bagi Saya pribadi, minum teh memiliki nilai filosofisnya sendiri. Terutama yang berkaitan dengan perjalanan spiritual. Banyak hal yang Saya pelajari dari hal sesederhana meminum secangkir teh. Oleh karena itu Saya ingin mengajak para pembaca blog ini untuk memasuki dunia Saya yang baru. Dunia Teh. Selamat membaca!
Langganan:
Postingan (Atom)
